19/Desember/2025-03.00 | Redaksi PARAMIDSN
Surabaya,Paramidsn.com- Lupakan hiu megalodon, dunia bawah laut menyimpan makhluk yang namanya jauh lebih dramatis: Vampyroteuthis infernalis. Dalam bahasa Latin, namanya berarti "cumi-cumi vampir dari neraka". Namun, jangan tertipu oleh julukan yang bikin merinding ini.
Makhluk yang hidup di zona minim oksigen laut dalam ini ternyata bukan vampir pengisap darah, dan secara taksonomi, ia berdiri sendiri—bukan cumi-cumi murni maupun gurita, melainkan satu-satunya anggota ordo dan keluarga Vampyroteuthidae. Ia benar-benar spesies unik.
Mata Raksasa dan Jubah Bioluminesensi
Secara visual, cumi-cumi vampir adalah perwujudan fantasi. Ia memiliki mata terbesar di dunia secara proporsional terhadap ukuran tubuhnya, yang sering kali tampak biru cerah karena memantulkan cahaya. Untuk mempertahankan diri, ujung lengannya mampu menghasilkan cahaya bioluminesensi biru yang digunakan untuk mengalihkan perhatian predator di kegelapan abadi.
Namun, pertahanan paling ikoniknya adalah saat ia merasa terancam: ia membalikkan selaput di antara lengannya, mengubah dirinya menjadi siluet seperti nanas yang diselimuti duri, sebuah pose yang dijuluki "pineapple pose" atau "jubah vampir". Pose ini, meskipun seram, adalah murni pertunjukan gertakan, bukan serangan.
Diet Paling Bersih: Detritivor Laut Dalam
Hal yang paling mengejutkan dari "vampir" ini adalah dietnya. Berbeda dengan cephalopoda lain yang terkenal buas, Vampyroteuthis infernalis adalah satu-satunya cephalopoda detritivor.
Ia tidak berburu; makanannya adalah "marine snow" hujan serpihan sisa organisme mati, kotoran, dan materi organik yang terus menerus turun dari lapisan atas laut. Ia mengumpulkan remah-remah ini menggunakan dua filamen sensitif yang panjangnya bisa mencapai delapan kali lipat tubuhnya, lalu mengemasnya menjadi "mucus dumpling" (bola lendir) sebelum dimakan. Metode makan ini dinilai menjijikkan, namun sangat efisien dan ramah lingkungan!
Juara Bertahan Hidup di Zona Mati
Tinggal di kedalaman ekstrem dengan kadar oksigen yang sangat rendah, makhluk kecil ini telah berevolusi menjadi juara bertahan hidup. Ia memiliki metabolisme paling lambat di antara semua cephalopoda dan, yang terpenting, darahnya memiliki kemampuan super dalam menyerap oksigen.
Vampyroteuthis infernalis membuktikan bahwa di dunia laut dalam yang keras, terkadang makhluk dengan nama paling seram justru adalah pemakan remah-remah paling pasif.
Penulis : Dila
Editor : Ali Maruf
Foto By : Kompasiaana