19/Desember/2025-03.00 | Redaksi PARAMIDSN
Surabaya,Paramidsn.com- Di kedalaman hutan lebat Similipal Tiger Reserve, India, bersembunyi seekor harimau yang penampilannya begitu langka hingga sempat dianggap sebagai makhluk mitos. Ia dijuluki harimau 'hitam', namun para ilmuwan menyebutnya pseudo-melanistic—sebuah fenomena alam yang sangat memukau.
Harimau ini tidak benar-benar hitam pekat. Melalui mata kamera, terlihat bahwa garis-garis hitamnya tumbuh begitu tebal, lebar, dan saling berdekatan sehingga hampir menutupi seluruh warna jingga di kulitnya. Hasilnya adalah kucing besar dengan siluet gelap yang sangat dramatis dan misterius.
Misteri Gen Taqpep Terpecahkan
Keunikan warna ini ternyata bukan disebabkan oleh faktor lingkungan, melainkan oleh mutasi genetik resesif yang sangat langka pada gen yang dikenal sebagai Taqpep (Transmembrane Aminopeptidase Q). Gen ini diketahui mengatur pola garis dan bercak pada berbagai spesies kucing.
Fenomena pseudo-melanistic ini sejauh ini hampir secara eksklusif ditemukan di Similipal, Odisha. Hal ini menunjukkan populasi harimau di cagar alam tersebut sangat terisolasi, yang mengakibatkan tingginya insiden inbrida (perkawinan sedarah) yang mempercepat munculnya sifat genetik langka ini.
Kurang dari 12 Ekor di Alam Liar
Laporan konservasi menggarisbawahi betapa rapuhnya keberadaan harimau unik ini. Tercatat, kurang dari selusin individu yang pernah didokumentasikan di alam liar dalam beberapa dekade terakhir, menjadikan mereka salah satu varian kucing besar yang paling terancam punah di planet ini.
Kemunculan Harimau Pseudo-Melanistic ini bukan hanya menjadi tontonan visual yang menakjubkan bagi dunia, tetapi juga lonceng pengingat bagi upaya konservasi. Keberadaannya menyoroti pentingnya menjaga keanekaragaman genetik di tengah fragmentasi habitat. Setiap garis hitam yang rapat adalah kisah evolusi dan isolasi genetik yang harus dilindungi.
Penemuan dan studi konservasi harimau ini menegaskan bahwa alam adalah gudang misteri genetik yang tak ternilai harganya.
Penulis : Dila
Editor : Aji Jipang
Foto By : Kompas tv