20/Desember/2025-20.00 | Redaksi PARAMIDSN
Surabaya,Paramidsn.com- Masa depan gajah liar Sumatera di Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), Riau, berada di ujung tanduk. Meskipun Balai TNTN mengklaim populasi masih "relatif stabil" dengan perkiraan sekitar 150 ekor pada tahun 2025, angka ini merupakan penurunan signifikan dari sekitar 200 ekor pada tahun 2004.
Ancaman terbesar bagi kelangsungan hidup gajah bukan lagi perburuan, melainkan perambahan hutan masif yang telah mengubah wajah Tesso Nilo secara drastis.
Habitat Menghilang, Konflik Meningkat
Data menunjukkan fakta yang memprihatinkan: sekitar 85 persen kawasan TNTN telah beralih fungsi secara ilegal menjadi kebun kelapa sawit dan permukiman.
Kerusakan ini menyebabkan gajah kehilangan hutan primer, yang dikenal sebagai "apotek satwa liar" karena menyediakan sumber makanan alami dan tanaman obat yang penting bagi kesehatan mereka.
. Penyusutan Populasi: Dari 200 ekor (2004) menjadi \approx 150 ekor (2025).
. Wilayah Terancam: 85% kawasan Tesso Nilo telah dirambah.
. Dampak: Gajah dipaksa mencari makan semakin jauh hingga masuk ke permukiman warga, memicu konflik manusia-gajah.
Populasi 150 ekor ini terbagi dalam beberapa kelompok yang mendiami dua kantong populasi utama, yaitu Tesso Utara dan Tesso Tenggara. Hilangnya hutan juga secara langsung memutus jalur jelajah (koridor) gajah, membuat mereka terisolasi dan rentan.
Bencana Ekologis dan Bencana Manusia
Kerusakan ekosistem ini tidak hanya berdampak pada satwa, tetapi juga pada keselamatan masyarakat.
Meskipun Pemerintah telah berupaya membongkar ribuan hektare kebun sawit ilegal, laju perambahan terus berlangsung. Kerusakan kawasan hulu Sungai Nilo akibat hilangnya tutupan hutan secara rutin menyebabkan wilayah hilir, seperti Desa Air Hitam dan Lubuk Kembang Bunga, mengalami banjir hampir setiap tahun.
Kondisi Tesso Nilo kini menjadi simbol kegagalan dalam menjaga kawasan konservasi vital, di mana kehidupan satwa liar dan keselamatan manusia sama-sama terancam akibat kerakusan alih fungsi lahan ilegal.
Penulis : Dila
Editor : Ali Maruf
Foto By: Comotinto.