20/Desember/2025-20.00 | Redaksi PARAMIDSN
Surabaya,Paramidsn.com- Seekor penguin raja dengan warna kuning cerah yang mencolok telah menjadi sensasi di dunia sains dan fotografi alam liar. Penemuan langka ini, yang pertama kali diabadikan oleh fotografer Belgia Yves Adams pada Desember 2019, membuka diskusi baru mengenai variasi genetik di alam liar.
Saat memimpin ekspedisi di pulau terpencil Georgia Selatan, Adams menyaksikan pemandangan yang luar biasa: di antara lautan 120.000 penguin raja yang berbusana formal hitam-putih, tampak satu individu yang bersinar dengan rona Kuning keemasan yang menyilaukan. "Saya belum pernah melihat penguin seperti ini sebelumnya. Dari 120.000 penguin di pantai itu, hanya satu yang kuning," ujar Adams, mengungkapkan kekagumannya.
Misteri di Balik Warna Emas
Secara normal, penguin raja (Aptenodytes patagonicus) memiliki punggung hitam, dada putih, dan sedikit corak keemasan di leher. Warna-warna tersebut memainkan peran krusial, mulai dari kamuflase, perlindungan dari sengatan matahari, hingga daya tarik saat mencari pasangan.
Para ahli meyakini penguin unik ini mengalami leucism, sebuah kondisi genetik langka yang menyebabkan hilangnya sebagian atau seluruh pigmen melanin. Melanin adalah pigmen yang bertanggung jawab atas warna hitam pada kulit dan bulu. Namun, hilangnya hampir seluruh pigmen hitam pada burung ini, menyisakan warna kuning yang dominan, menjadikannya kasus yang sangat istimewa. Alih-alih mendapatkan hasil "putih" karena hilangnya melanin, penguin ini justru tampil seolah-olah dilukis ulang dengan warna primer yang cerah.
Fenomena "lukisan ulang alam" ini tidak hanya memukau, tetapi juga menyoroti betapa ajaib dan tak terduganya keragaman genetik bisa muncul di tengah populasi yang homogen.
Penulis : Dila
Editor : Aji Jipang
Foto By: live science