21/Desember/2025-20.00 | Redaksi PARAMIDSN
Surabaya,Paramidsn.com- Di tengah luasnya padang stepa Asia Tengah, hidup seekor makhluk yang menarik perhatian sekaligus memprihatinkan: Antelop Saiga (Saiga tatarica). Dikenal dengan hidungnya yang besar dan melengkung ke bawah, Saiga adalah salah satu hewan paling unik di dunia, namun kini statusnya kembali genting, tercatat sebagai Kritis Terancam Punah oleh IUCN.
Hidung Saiga, yang sering terlihat "aneh" sekilas, sebetulnya adalah adaptasi luar biasa terhadap lingkungan ekstrem di habitatnya (Kazakhstan hingga Mongolia). Hidung ini berfungsi ganda:
. Penyaring Alami: Menyaring debu dari udara kering saat musim panas.
.Pemanas Udara: Menghangatkan udara dingin sebelum masuk ke paru-paru di musim dingin.
Dengan tubuh ramping, tinggi sekitar 76 cm, dan berat 30-45 kg, Saiga juga memiliki kemampuan kamuflase musiman, mengubah warna bulu dari coklat muda di musim panas menjadi putih pucat di musim dingin.
Saiga adalah simbol ketahanan, telah melewati dua krisis populasi yang hampir memusnahkannya:
1. Ancaman Pasca-Soviet: Penurunan drastis akibat perburuan liar setelah runtuhnya Uni Soviet.
2. Bencana Bakteri 2015: Wabah bakteri Pasteurella multocida yang sangat cepat menewaskan lebih dari 200.000 ekor dalam hitungan minggu.
Setelah pulih berkat upaya konservasi intensif, Saiga kini menghadapi ancaman terbesar yang berulang: perburuan untuk tanduk. Tanduk jantan sangat dicari untuk bahan baku dalam pengobatan tradisional Tiongkok, menyebabkan populasi mereka kembali menurun secara signifikan.
Jika tindakan perlindungan global yang cepat tidak segera dilakukan, hidung unik Saiga yang telah beradaptasi selama ribuan tahun ini terancam hanya akan menjadi kenangan dalam buku sejarah dan foto-foto di museum.
Penulis : Dila
Editor : Ali Maruf
Foto By: Kompastv.