Aves

Bangau Jawa, terdaftar  Merah IUCN, kembali muncul setelah menghilang bertahun-tahun di Taman Nasional U Minh Thuong

Bangau Jawa, terdaftar Merah IUCN, kembali muncul setelah menghilang bertahun-tahun di Taman Nasional U Minh Thuong

  • Kategori: Aves
  • Dipublikasikan: 22 Des 2025

22/Desember/2025-10.00 | Redaksi PARAMIDSN

 

Surabaya,Paramidsn.com-Burung bangau Jawa, yang secara ilmiah dikenal sebagai Leptoptilos Javanicus, adalah spesies burung langka dengan populasi tidak lebih dari 10.000 individu di seluruh dunia. Burung ini paling banyak ditemukan di India, Nepal, Sri Lanka, Bangladesh, Myanmar, dan Thailand. Di Vietnam, spesies ini hanya ditemukan di wilayah Selatan Tengah dan Selatan. Selain nama bangau Jawa, burung ini juga dikenal sebagai bangau serigala atau heron serigala.

Menurut Tran Van Thang, Wakil Direktur Taman Nasional U Minh Thuong, bangau Jawa menetap dan berkembang biak di sini. Pada tahun 2002, di hutan melaleuca di lahan gambut (area yang tidak terkena kebakaran), unit tersebut menemukan 7 sarang, di mana 4 di antaranya berisi anak burung (setiap sarang berisi 2-4 anak burung). Survei lebih lanjut mengungkapkan bahwa tercatat 42 bangau Jawa hidup di Taman Nasional U Minh Thuong. Pada Juni 2003, taman tersebut telah mencatat 114 individu, jumlah tertinggi yang pernah tercatat

Terlihat kembali walaupun 1 ekor 

Baru-baru ini, Taman Nasional U Minh Thuong mencatat seekor bangau Jawa mencari makan di daerah yang tergenang air cukup lama, kemudian terbang jauh ke dalam hutan Melaleuca yang luas. Ini adalah pertanda positif, dan unit tersebut berupaya untuk terus melestarikan ekosistem yang beragam agar bangau Jawa, serta semua spesies lainnya, dapat hidup dan berkembang biak lebih banyak," kata Bapak Thang

Ibu Truong Be Diem, seorang pemandu wisata di Taman Nasional U Minh Thuong, secara rutin memimpin wisatawan dalam tur ekosistem. Sebelumnya, ia sesekali menjumpai bangau Jawa yang mencari makan. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, ia belum melihatnya. "Kali ini, jarang sekali bangau Jawa muncul di luar mencari makan. Mungkin semak belukar yang lebat di dalam hutan membuat makanan sulit ditemukan, sehingga mereka bermigrasi ke area terbuka. Untuk menghindari mengganggu bangau Jawa, kami hanya mengamati mereka dari kejauhan dan memberikan penjelasan untuk membantu wisatawan mempelajari lebih lanjut tentang burung langka ini," kata Ibu Diem.

Bapak Tran Cong Minh mengatakan bahwa ia dan teman-temannya dari Ca Mau sedang memancing di Taman Nasional U Minh Thuong ketika mereka melihat seekor bangau Jawa dari jarak yang relatif dekat. Awalnya, ia tidak memperhatikannya, mengira itu hanya sejenis burung bangau biasa, tetapi ternyata burung itu cukup jinak. "Sekarang saya tahu ini adalah burung langka dan terancam punah yang terdaftar dalam Buku Merah. Bertemu dengannya adalah keberuntungan, jadi hari ini saya menangkap lebih banyak ikan gabus, termasuk seekor gabus berbintik besar yang beratnya lebih dari 5 kg," kata Bapak Minh sambil tersenyum.

 

Referensi: https://www.vietnam.vn/id/gia-day-java-xuat-hien-tro-lai

 

Penulis : Ali Maruf 

Editor : Aji Jipang 

Foto By : MINH DIEN