Pisces

Ikan Berjalan 'Climbing Perch' invansi Mengancam Daratan Utama

Ikan Berjalan 'Climbing Perch' invansi Mengancam Daratan Utama

  • Kategori: Pisces
  • Dipublikasikan: 24 Des 2025

23/Desember/2025-20.00 | Redaksi PARAMIDSN

 

Surabaya,Paramidsn.com- Para ilmuwan di Australia berada dalam kondisi waspada tinggi menyusul pergerakan agresif dari spesies ikan invasif yang dijuluki "mesin bertahan hidup": Climbing Perch (Anabas testudineus). Ikan yang memiliki kemampuan untuk berjalan di darat dan bernapas di udara ini kini mendekati daratan utama Australia dari utara.

 

Ikan Climbing Perch yang berasal dari Asia Tenggara dan Papua Nugini telah berevolusi menjadi ancaman ekologis. Kemampuannya yang luar biasa meliputi:

Bertahan di Darat: Ikan ini dapat bertahan hidup di luar air hingga enam hari. Hal ini dimungkinkan oleh organ khusus di insangnya yang memungkinkannya mengambil oksigen langsung dari udara.

 

Berpindah Tempat: Menggunakan siripnya, ikan ini secara harfiah dapat menyeret tubuhnya di daratan, berpindah dari satu sumber air ke sumber air lainnya, memungkinkan penyebaran yang sangat jauh dari habitat aslinya.

Peneliti dari James Cook University telah melacak pergerakan spesies ini sejak pertama kali terlihat di Kepulauan Torres Strait, Australia, pada tahun 2005.

"Ikan ini sudah menetap di Pulau Boigu dan Saibai, dan kini hampir mustahil untuk dibasmi," ujar salah satu peneliti.

 

Yang paling mengkhawatirkan adalah sifat adaptifnya. Climbing Perch dapat bertahan hidup di air payau bahkan air asin, yang secara signifikan meningkatkan risiko invasi mereka ke daratan utama Australia dalam waktu dekat.

Para ahli menyimpulkan bahwa kombinasi antara kekuatan, mobilitas tinggi, dan adaptabilitas luar biasa menjadikan Climbing Perch sebagai salah satu spesies invasif yang paling tidak boleh diabaikan oleh Australia.

 

Penulis : Dila

Editor : Ali Maruf

Foto By : Inaturalist