24/Desember/2025-20.00 | Redaksi PARAMIDSN
Surabaya,Paramidsn.com- Lupakan kicauan merdu, fokus pada suara "kraaak" yang misterius. Di balik penampilannya yang serba hitam, gagak (atau Corvus) ternyata adalah ahli strategi dan pemegang dendam ulung di dunia hewan. Mereka memiliki kemampuan super yang bahkan membuat para ilmuwan terpukau: mengingat wajah manusia yang dianggap mengancam, menyimpan "dendam" itu, dan bahkan mengajarkannya ke gagak lain.
Menurut penelitian dari John Marzluff dan Kaeli Swift di University of Washington, kecerdasan ini bukanlah kebetulan. Gagak adalah makhluk sosial yang hidup dalam kelompok besar dan terus-menerus menghadapi bahaya. Untuk bertahan hidup, mereka berevolusi dengan memiliki otak yang relatif besar, terutama pada area yang disebut nidopallium caudolaterale.
Untuk membuktikan kemampuan ini, para peneliti melakukan eksperimen dengan topeng lateks:
.Topeng "Berbahaya" dikenakan oleh seseorang yang membawa bangkai gagak.
.Begitu melihat, semua gagak di sekitar langsung berkuak keras, berkumpul, dan menjauh—seperti alarm darurat.
Hasil Paling Gila:
.Keesokan harinya, meskipun orang bertopeng "berbahaya" itu datang tanpa bangkai, gagak tetap langsung menghindar dan berteriak waspada. Wajah itu sudah dicatat sebagai ancaman.
.Yang lebih mengejutkan, gagak lain yang tidak melihat insiden bangkai pun ikut waspada dan menjauh! Ini adalah bukti kuat pembelajaran sosial yang sangat maju, di mana mereka saling memperingatkan hanya dengan melihat reaksi sesama gagak.
Bagi gagak, mengingat wajah adalah soal bertahan hidup. Kematian satu anggota kelompok bukanlah sekadar kesedihan, melainkan sebuah "kelas darurat" di mana mereka harus segera mengidentifikasi dan menganalisis ancaman agar seluruh kelompok selamat.
Intinya: gagak dapat membedakan mana manusia yang netral, mana yang baik, dan mana yang harus mereka jauhi selamanya. Kecerdasan sosial ini menempatkan mereka sebagai salah satu makhluk paling pintar di dunia hewan.
Pesan dari Gagak: Kami tahu siapa kamu, dan kami tidak akan pernah lupa.
Penulis : Dila
Editor : Aji Jipang
Foto By : Inaturalist|urielevy