Amfibi

Katak Pohon Bermotif Bintik dari Sulawesi: Rhacophorus boeadii, Warisan Alam Baru Wallacea

Katak Pohon Bermotif Bintik dari Sulawesi: Rhacophorus boeadii, Warisan Alam Baru Wallacea

  • Kategori: Amfibi
  • Dipublikasikan: 24 Okt 2025

Oktober, 23 2025-06.00| Redaksi PARAMIDSN

 

 

Surabaya, paramidsn.com -

Kabar menggembirakan datang dari para peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang baru saja mengumumkan penemuan spesies katak pohon baru yang endemik di Pulau Sulawesi. Spesies ini diberi nama Rhacophorus boeadii sebagai bentuk penghormatan terhadap almarhum Dr. Boeadi, seorang naturalis dan ahli herpetologi dari Museum Zoologicum Bogoriense yang berjasa besar dalam penelitian amfibi Indonesia. Katak pohon ini ditemukan di dua lokasi berbeda, yakni kawasan Gunung Katopasa di Sulawesi Tengah dan Gunung Gandang Dewata di Sulawesi Barat. Kedua daerah tersebut merupakan bagian dari pegunungan lembap yang dikelilingi hutan hujan tropis lebat yang merupakan habitat ideal bagi berbagai spesies katak pohon dari genus Rhacophorus. Menurut laporan resmi BRIN, penemuan ini menambah daftar panjang spesies endemik Wallacea yang merupakan wilayah biogeografi unik yang dikenal memiliki tingkat keanekaragaman hayati sangat tinggi. Ciri khas Rhacophorus boeadii terletak pada warna tubuhnya yang hijau zaitun dengan bintik putih halus di bagian punggung dan sisi tubuh dengan permukaan kulitnya yang kasar ditambah tonjolan kecil, terutama pada jantan dewasa yang memiliki moncong agak miring. Ukuran tubuh jantan berkisar 40 hingga 45 mm, sedangkan betina bisa mencapai 54 mm disertai warna cerah pada bagian bawah tubuhnya dipercaya berfungsi sebagai kamuflase di antara dedaunan pohon yang disinari cahaya matahari. Para peneliti menyatakan bahwa penemuan R. boeadii menegaskan pentingnya konservasi kawasan hutan pegunungan Sulawesi yang habitat alaminya kini menghadapi ancaman serius akibat pembukaan lahan dan perubahan iklim. Dengan ditemukannya spesies baru ini, para ilmuwan berharap dapat mendorong pemerintah dan masyarakat untuk memperkuat perlindungan ekosistem hutan di Wallacea yang menjadi rumah bagi banyak spesies unik. Selain itu, nama boeadii dipilih bukan hanya untuk mengenang jasa Dr. Boeadi tetapi juga untuk menekankan nilai warisan ilmu pengetahuan dalam penelitian biodiversitas Indonesia. Penemuan ini telah dipublikasikan di jurnal internasional Zootaxa dan disambut antusias oleh komunitas ilmiah dunia karena menegaskan kembali peran Indonesia sebagai pusat keanekaragaman amfibi dunia.

 

Referensi :

https://en.antaranews.com/news/358821/brin-discovers-new-species-of-tree-frog-endemic-to-sulawesi?utm_source=

 

Penulis : Vivi Yunita 

Editor : Ali Maruf 

Foto By : Amir Ham | antaranews.com