Oktober, 25 2025-16.02| Redaksi PARAMIDSN
Surabaya, paramidsn.com -
Dunia sains kembali dihebohkan oleh penemuan spesies ikan baru dari Laut Cina Selatan yang diberi nama Branchiostegus sanae. Ikan laut dalam ini menarik perhatian bukan hanya karena keindahan coraknya, tetapi juga karena inspirasinya yang tak biasa. Garis merah dan putih yang menghiasi wajah ikan ini mengingatkan para penelitinya pada karakter legendaris film animasi Jepang Princess Mononoke sehingga mereka menjulukinya sebagai “Mononoke Tilefish”. Spesies ini ditemukan oleh tim ilmuwan dari South China Sea Institute of Oceanology, Chinese Academy of Sciences saat mereka meneliti beberapa spesimen yang berasal dari perairan di sekitar Pulau Hainan dan gugusan Xisha Qundao (Kepulauan Paracel). Hasil analisis morfologi dan DNA menunjukkan bahwa ikan ini berbeda dari anggota genus Branchiostegus lainnya. Ciri khas yang membedakan adalah pola vertikal merah dan putih di pipi hingga bagian bawah mata, serta tubuh berwarna ungu kemerahan yang berkilau ketika terkena cahaya. Ukuran tubuh ikan ini dapat mencapai panjang sekitar 35 cm yang hidup di kedalaman antara 150 hingga 300 meter di lereng laut tropis.
Para peneliti menyebutkan bahwa spesies ini kemungkinan merupakan penghuni khas dasar laut dalam yang belum banyak dijelajahi. Temuan ini menegaskan bahwa perairan tropis Asia masih menyimpan banyak rahasia biologis yang belum terungkap. Dengan karakteristik unik dan habitat yang terbatas, Branchiostegus sanae menjadi salah satu contoh penting betapa besar potensi biodiversitas laut yang masih tersembunyi. Penemuan ini juga menunjukkan bahwa eksplorasi laut dalam tidak hanya menghasilkan pengetahuan ilmiah baru, tetapi juga membantu memahami bagaimana spesies-spesies ini beradaptasi terhadap tekanan dan suhu ekstrem di dasar laut. Penamaan ikan ini dengan julukan “Mononoke” bukan sekadar penghormatan terhadap budaya populer Jepang tetapi juga sebagai simbol keterhubungan antara alam dan manusia. Seperti pesan yang tersirat dalam film Princess Mononoke, manusia dan alam seharusnya berjalan beriringan bukan saling merusak. Para ilmuwan berharap penemuan ini dapat meningkatkan kesadaran tentang pentingnya melindungi ekosistem laut dalam yang rentan terhadap aktivitas manusia seperti penangkapan ikan berlebihan dan eksplorasi pertambangan dasar laut. Bagi Indonesia, temuan ini memberikan inspirasi untuk memperkuat riset kelautan, terutama di wilayah laut dalam yang belum banyak tersentuh penelitian. Sebagai negara kepulauan dengan garis pantai terpanjang kedua di dunia, Indonesia memiliki peluang besar menemukan spesies-spesies baru yang belum terdokumentasi. Upaya seperti ini sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan, terutama dalam mendukung pekerjaan layak melalui riset konservasi laut dan menjaga keseimbangan ekosistem sebagai bagian dari pembangunan kota dan permukiman yang berkelanjutan. Penemuan Branchiostegus sanae menjadi pengingat bahwa laut bukan sekadar sumber daya, tetapi juga rumah bagi kehidupan yang belum kita kenal sepenuhnya. Di balik kedalaman biru yang gelap, masih banyak kehidupan menunggu untuk ditemukan, dipahami, dan dilindungi agar tidak hilang sebelum sempat diperkenalkan kepada dunia.
Referensi
https://phys.org/news/2025-02-fish-species-studio-ghibli-character.html?utm_source=
https://novataxa.blogspot.com/2025/02/branchiostegus.html?utm_source=
https://www.fishbase.se/summary/Branchiostegus-sanae?utm_source=
Penulis : Vivi Yunita
Editor : Ali Maruf
Foto By : novataxa.blogspot.com