19/Desember/2025-03.00 | Redaksi PARAMIDSN
Surabaya,Paramidsn.com-Upaya rehabilitasi intensif yang dilakukan oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur dan Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Long Sam membuahkan hasil signifikan. Gollum, seekor owa kalawat (Hylobates muelleri) jantan yang dievakuasi dalam kondisi mengenaskan, kini telah melalui tahap akhir pemulihan dan segera dipersiapkan untuk dilepasliarkan ke habitat alaminya.
Awal Mula Penemuan yang Memprihatinkan
Gollum pertama kali diselamatkan pada 25 April 2025 dari kandang ayam milik warga di Kabupaten Paser. Kondisinya saat itu sangat memprihatinkan:
Fisik: Nyaris tidak memiliki bulu, menunjukkan penebalan kulit di beberapa bagian tubuh, suara parau, dan fisik yang sangat lemah.
Perilaku: Di kandang evakuasi, Gollum menunjukkan perilaku abnormal, termasuk tindakan menyakiti diri sendiri (self-mutilation).
Melihat kondisi tersebut, pada 1 Mei 2025, Gollum segera dipindahkan ke PPS Long Sam di Kampung Merasa, Berau, untuk mendapatkan perawatan intensif dan mendalam.
Pemulihan dan Perubahan Positif
Setelah menjalani serangkaian perawatan, kondisi Gollum kini berangsur membaik secara drastis. Staf PPS Long Sam melaporkan bahwa perubahan positif yang signifikan telah terjadi:
• Perilaku abnormal yang kerap menyakiti diri sendiri sudah tidak terlihat lagi.
• Vokalisasi pagi hari yang merupakan ciri khas owa terdengar lebih jelas dan normal.
• Gollum juga mulai menunjukkan ketertarikan untuk berinteraksi dengan owa-owa lain yang berada di PPS.
Tahap Akhir Menuju Kebebasan
Saat ini, Gollum telah ditempatkan di pulau pra-pelepasliaran. Tahap ini adalah fase kritis dalam proses rehabilitasi, di mana owa dilatih untuk mandiri dan menyesuaikan diri dengan lingkungan yang menyerupai habitat alaminya.
Keberhasilan pemulihan Gollum menjadi contoh nyata pentingnya upaya konservasi dalam menyelamatkan satwa liar dari perdagangan ilegal dan pemeliharaan yang tidak layak. Semua pihak kini berharap Gollum dapat segera beradaptasi dengan baik di pulau tersebut, sebelum akhirnya ia benar-benar kembali menikmati kebebasan di hutan Kalimantan Timur.
Penulis : Dila
Editor : Aji Jipang
Foto By : Mongabay