19/Desember/2025-03.00 | Redaksi PARAMIDSN
Surabaya,Paramidsn.com-Burung Rangkong, atau yang juga dikenal sebagai Enggang, adalah salah satu ikon satwa hutan tropis Asia Tenggara. Burung yang mudah dikenali dari paruh besar dan struktur seperti tanduk (casque) di atas kepalanya ini bukan hanya keindahan, melainkan juga kunci utama bagi kelestarian hutan, terutama di Indonesia, termasuk Kalimantan dan Sumatra.
Peran Vital Rangkong: Penyebar Biji Utama
Rangkong mendapatkan julukan kehormatan sebagai "Petani Hutan". Julukan ini diberikan karena peran ekologisnya yang sangat penting sebagai penyebar biji (seed disperser) utama.
• Penyebar Jarak Jauh: Rangkong mengonsumsi sejumlah besar buah-buahan hutan, dan kemudian menyebarkan biji-biji tersebut hingga jarak beberapa kilometer dari pohon induknya.
• Regenerasi Hutan: Tanpa peran Rangkong, biji dari banyak spesies pohon hutan yang berukuran besar tidak akan dapat tersebar dan berkecambah secara alami. Kehadiran mereka secara langsung menentukan proses regenerasi dan kesehatan ekosistem hutan.
Perilaku Bersarang yang Unik
Keunikan Rangkong juga terlihat dari perilaku bersarang mereka yang luar biasa, yang sekaligus menunjukkan betapa rentannya mereka terhadap kerusakan hutan:
• Mengurung Diri: Rangkong betina akan mengurung dirinya di dalam lubang pohon saat masa pengeraman, menyisakan celah kecil di pintu masuk.
•Ketergantungan pada Pohon Besar: Selama masa kritis ini, sang jantan akan bertanggung jawab penuh menyuplai makanan. Perilaku ini membuat Rangkong sangat bergantung pada ketersediaan pohon-pohon besar dan tua yang memiliki rongga alami yang sesuai, hanya ditemukan di hutan yang masih sehat.
Ancaman Terhadap Kelangsungan Hidup
Sayangnya, populasi Rangkong di alam liar menghadapi tekanan yang luar biasa berat. Masa depan "Petani Hutan" ini terancam oleh dua faktor utama:
• Deforestasi: Pembukaan hutan secara masif menghilangkan sumber makanan dan, yang lebih parah, menghancurkan pohon-pohon besar tempat mereka bersarang.
•Perburuan Ilegal: Perburuan untuk mendapatkan paruh dan casque mereka menjadi ancaman serius yang menyebabkan penurunan populasi.
Apabila populasi Rangkong terus menurun, para ahli konservasi memperingatkan bahwa proses regenerasi hutan akan terganggu secara serius, berdampak pada keanekaragaman hayati seluruh hutan hujan Indonesia.
Penulis : Dila
Editor : Aji Jipang
Foto By : borneosocial